Sabtu, 13 Februari 2016

[Review Buku] Tipping Point - Malcolm Gladwell


 
"Melihat epidemi sosial dari sisi psikologi"
   Buku ini mencoba mengupas alasan kenapa sepatu Airwalk bisa tiba tiba meledak dipasaran, alasan kenapa pada tahun yang sama dengan kematian Marilyn Monroe tingkat bunuh diri di Amerika meningkat 11% , alasan kenapa tingkat kejahatan di New York menurun drastis pada tahun 90an hanya dengan program menghapus grafiti/mural ditempat umum, alasan kenapa penyakit sifilis berkembang luas pada musim panas dan berkurang pada musim dingin, alasan kenapa acara anak-anak Blue's Clues bisa mencapai rating seperti Sesame Street yang melegenda hanya dalam waktu singkat padahal Sesame Street telah berjalan selama 39 season, alasan kenapa juga di negara Micronesia yg pada tahun 1980an kebawah tidak ada kasus bunuh diri namun secara drastis setelahnya tingkat bunuh diri meningkat bahkan melebih persentase bunuh diri di New York dan banyak 'alasan kenapa' lainnya.
  Ada tiga aturan penting tipping point untuk alasan-alasan diatas : hukum tenang sedikit, faktor kelekatan dan kekuatan konteks.
  • Hukum tentang sedikit : Airwalk tidak mecoba menjual produk mereka kesemua toko, mereka memilih beberapa toko dengan produk ekslusif sehingga sepatu itu tetap eksklusif. yang pada akhirnya dilanggar sendiri oleh perusahaan sepatu tersebut.
  • Faktor kelekatan : Acara anak-anak Blue's Clues mencoba melibatkan penontonnya untuk ikut dalam cerita, ini sama seperti konsep Dora The Explorer. Bagi anak-anak mereka bisa berteriak teriak selama video diputar karena merasa diikutkan dalam cerita. 
  • Kekuatan konteks : Sebuah percobaan dimana ditempatkan masyarakat umum berperan sebagai petugas sipir dan sebagian lagi sebagai tahanan dan diminta bekerja sesuai peran mereka yang pada akhirnya percobaan tersebut hanya bertahan enam hari, karena banyak tahanan menjadi stres berat bahkan berteriak teriak walaupun merekan hanya tahanan pura-pura. (ini mungkin juga alasan, kenapa dulu dikampus pas jerit malam banyak yang tiba-tiba beringas pada adek kelasnya, karena lingkungan sekitar mendukung untuk melakukkanya, (itu cuman 'mungkin ' hahaha )

    Buku ini juga membahas tentang gerakan anti merokok yang kalah telak dibanding peningkatan jumlah perokok meski biaya untuk kegiatan sosial anti merokok miliaran dolar. "Perusahaan rokok mengatakan bahwa nikotin tidak membuat kecanduann adalah hal konyol. Tetapi pernyataan aktifis anti rokok bahwa nikotin adalah monster yang menangkap siapa saya yang mencobanya juga konyol"- Malcolm. Faktanya tidak lebih dari 10% orang yang mencoba merokok akhirnya menjadi pecandu berat. Ada faktor lain yang diabaikan oleh para aktifis.
    Buku terbitan 2002 ini menjadi menarik, karena berbicara lewat data sosial dan bukti penelitian oleh para ahli psikologi pada jamannya. Hal yang dibahas juga dekat dengan sekitar kita. Barangkali bisa jadi bantuan cara pandang kenapa event lari menjadi tren dan juga kenapa penjualan mobil atau motor masih cukup tinggi meski Jakarta dan sekitarnya sudah terbiasa dengan macet parah.
   Saya pikir membaca 300 halaman buku ini tidakan akan membosankan bagi siapapun yang tertarik melihat alasan munculnya tren tren di tengah-tengah masyarakat.
smile emotikon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar